Lima Kebiasaan Orang Kaya dan Sukses

Lima Kebiasaan Orang Kaya dan Sukses

Di kelas-kelas training saya, seringkali saya tanyakan kepada para peserta adalah, “siapa yang mau menjadi orang kaya ?”; “Siapa yang ingin menjadi orang sukses?” dan hampir semua peserta menjawab ‘mau’.

Pertanyaan tersebut adalah jenis pertanyaan yang tak seharusnya ditanyakan. Karena tidak ada satu orang pun menginginkan hidupnya menjadi orang miskin dan gagal. Akan tetapi, mengapa realitasnya bangsa ini, justru orang-orang yang mayoritas adalah golongan orang-orang menengah kebawah (baca: miskin dan merasa gagal). Ironis bukan ? Apa yang salah ?

Memang pemerintah memiliki peran dalam hal ini, akan tetapi jangan sampai, kita gantungkan nasib kita sama pemerintah maupun orang lain. Kekayaan dan kesuksesan kita harus ditangan kita sendiri.

Sekarang tugas kita masing-masing adalah memastikan kita bertumbuh dari segi kapasitas diri dan penghasilan. Ya fokus kita meningkatkan kepasitas diri. Walaupun hari ini kita masih tergolong belum kaya (secara materi), ada baiknya kita pun membiasakan untuk mengikuti kebiasaan-kebiasaan para orang kaya. Harapannya adalah, dengan mengikuti kebiasaan orang kaya dan sukses, kita diberikan kesempatan oleh Allah, untuk menjadi orang kaya dan sukses juga. Aamiinn…

Lalu apa saja lima kebiasaan orang kaya dan sukses? Ayo kita simak bersama-sama.

1. Bersyukur
Agama kita mendorong untuk bersyukur setiap saat, tidak saja untuk hal-hal yang baik, tapi juga dalam kesusahan dan hari-hari yang buruk. Ada rahasia besar di balik ucapan syukur yang sudah terbukti sepanjang sejarah. Hellen Keller yang buta dan tuli sejak usia dua tahun, telah menjadi orang yang terkenal dan dikagumi di seluruh dunia.
Salah satu ucapannya yang banyak memotivasi orang adalah, “Aku bersyukur atas cacat-cacat ini aku menemukan diriku, pekerjaanku dan Tuhanku.”
Memang diakui tidak mudah untuk bersyukur, namun bukan hal yang sulit kan? Kita hanya membutuhkan pembelajaran secara bertahap. Mulailah mensyukuri keadaan kita baik dari kesehatan, keluarga, sahabat, dan sebagainya. Jika sudah terbiasa Anda bisa bersyukur atas kesusahan dan situasi yang kurang baik, bahwa dibalik itu semua ada hikmah yang terkandung didalamnya.

2. Kebiasaan berpikir positif
Pernah mendengar pepatah bijak, ‘kamu adalah apa yang kamu pikirkan?’
Percaya ngga percaya ternyata hidup kita dibentuk oleh apa yang paling sering kita pikirkan. Kalau kita belajar untuk selalu berpikiran positif, kita cenderung menjadi pribadi yang positif.
Ciri-ciri dari pikiran yang positif selalu mengarah kepada kebenaran, kebaikan, kasih sayang, harapan dan suka cita. Sering-seringlah memperhatikan apa yang sedang Anda pikirkan. Kalau Anda terbenam dalam pikiran negatif, kendalikanlah segera ke arah yang positif. Soal ini Anda butuh latihan yah.
So, pastikan berpikir positif sebagai kebiasaan dan lihatlah betapa banyak hal-hal positif yang akan Anda alami sekarang juga.

3. Kebiasaan mendahulukan yang penting.
Di era ini, seolah-olah kita dirayu untuk mementingkan banyak hal. Apalagi dengan kehadiran gadget yang membuat hal-hal yang tidak penting sama sekali menjadi sesuatu hal yang kita pentingkan.
Mendahulukan hal-hal yang penting dalam hidp kita membuat kita menjadi orang yang mampu mengelola prioritas. Karena memang tidak ada satu orang pun yang menganggap semua aktivitas yang dilakukan semuanya penting.
Hidup kita terbatas, dan tidak mungkin juga kita hidup abadi didunia ini. Mengelola hal yang penting merupakan kemampuan orang-orang sukses dan kaya di bidangnya. Kalau ngga percaya tanya saja mereka.
Plis deh, jangan biarkan hidup Anda terjebak dalam hal-hal yang tidak penting sementara hal-hal yang penting terabaikan. Mulailah memilah mana yang penting dan mana yang tidak penting, kebiasaan mendahulukan yang penting akan membuat Anda efektif dan produktif juga meningkatkan citra diri Anda secara signifikan.

4. Kebiasaan menabur benih
Siapa yang menabur dia yang siap menuai. Kata bijak ini selalu kita dapatkan dari orang-orang yang pengalamannya Sudah diatas kita.
Menjadi pribadi yang siap menabur atau Saya membahasakannya bersedia membayar harganya di depan, menjadikan kehidupan kita lebih matang secara mental. Karena kita tidak berpikir instan.
Ingin sukses pengennya instan.
Ingin kaya mengambil jalan pintas.
Ingin menjadi pribadi hebat akhirnya menghalalkan segala cara.
Jika Anda masih berpikiran seperti ini, lekaslah bertaubat. Karena prinsip tabur benih ini selalu berlaku dimanapun, oleh siapapun dan dalam kondisi apapun. So, taburlah hal-hal yang baik dan positif, nikmati prosesnya dan jangan biarkan diri Anda menjadi pribadi yang suka mengeluh. Buang jauh-jauh ya kalau And aingin jadi orang sukses dan kaya!

5. Kebiasaan hidup jujur
Kalau Anda pernah berkata, jaman sekarang orang jujur langka. Bagi Saya semakin banyak orang jujur yang lahir ke dunia ini.
Jika memang tidak ada orang jujur di muka bumi ini, biarkan Saya jadi orang satu-satunya yang bersikap menjunjung kejujuran. Karena tanpa kejujuran, kita tidak bisa menjadi pribadi yang utuh, bahkan bisa merusak harga diri danmasa depan kita sendiri.
Mulailah membiasakan diri bersikap jujur, tidak saja kepada diri sendiri tapi juga terhadap orang lain. Mulailah mengatakan kebenaran, meskipun mengandung resiko yang kurang enak dan nyaman. Bila Anda berbohong, kendalikanlah kebohongan Anda sedikit demi sedikit. Sehingga, kebiasaan berbohong tersebut hilang dari diri Anda.

Semoga lima kebiasaan orang kaya dan sukses ini jadi sebuah pekerjaan rumah untuk kita semua agar mempraktikkannya dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas diri kita.

Selamat praktik!

Kang Muvti
Human Potential & Communication Specialist

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *